Translate

Sabtu, 26 Mei 2012

unsur nitrogen dan fosforus


Unsur Nitrogen dan Fosforus

Bab I
PENDAHULUAN

I.                   Latar belakang :
A.          Nitrogen
Nitrogen (Latin nitrum, Bahasa Yunani Nitron berarti "soda asli", "gen", "pembentukan") secara resmi ditemukan oleh Daniel Rutherford pada 1772, yang menyebutnya udara beracun atau udara tetap. Pengetahuan bahwa terdapat pecahan udara yang tidak membantu dalam pembakaran telah diketahui oleh ahli kimia sejak akhir abad ke-18 lagi. Nitrogen juga dikaji pada masa yang lebih kurang sama oleh Carl Wilhelm Scheele, Henry Cavendish, dan Joseph Priestley, yang menyebutnya sebagai udara terbakar atau udara telah flogistat. Gas nitrogen adalah cukup lemas sehingga dinamakan oleh Antoine Lavoisier sebagai azote, daripada perkataan Yunani αζωτος yang bermaksud "tak bernyawa". Istilah tersebut telah menjadi nama kepada nitrogen dalam perkataan Perancis dan kemudiannya berkembang ke bahasa-bahasa lain.
Senyawa nitrogen diketahui sejak Zaman Pertengahan Eropa. Ahli alkimia mengetahui asam nitrat sebagai aqua fortis. Campuran asam hidroklorik dan asam nitrat dinamakan akua regia, yang diakui karena kemampuannya untuk melarutkan emas. Kegunaan senyawa nitrogen dalam bidang pertanian dan perusahaan pada awalnya ialah dalam bentuk kalium nitrat,terutama dalam penghasilan serbuk peledak (garam mesiu), dan kemudiannya, sebagai baja dan juga stok makanan ternak kimia.
Nitrogen atau zat lemas adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yangmemiliki lambang N dan nomor atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpawarna, tanpa bau, tanpa rasa dan merupakan gas diatomik, bukan logam yang stabil,sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Unsur nitrogen merupakan unsur golongan V A dan bukan termasuk logam. Unsur nitrogen dapat membentuk tiga jenis hidrida, yaitu NH3 (amonia), N2H4 (hidrazina) dan hidroksilamin (NH2OH).
Hidrazina dapat dibuat melalui proses Rasching, yaitu oksidasi amonia dengan natrium hipoklorit. Natrium hipoklorit merupakan senyawa yang digunakan sebagai bahan bakar roket. Hidroksilamina merupakan senyawa basa yang lebih lemah dibandingkan dengan amonia.  Hidroksilamina sering digunakan sebagai reduktor.
B.           Fosfor
Fosfor Unsur ini ditemukan oleh Hannig Brand pada tahun 1669 di Hamburg, Jerman. Ia menemukan unsur ini dengan cara 'menyuling' air urin melalui proses penguapan dan setelah dia menguapkan 50 ember air urin, dia baru menemukan unsur yang dia inginkan. Urin merupakan topik riset yang diminati pada abad ke-17, di mana ada dugaan bahwa segala sesuatu yang berwarna keemasan, seperti urin pasti mengandung emas. Posfor berasal dari bahasa Latin yaitu phosphoros yang berarti 'pembawa terang' karena keunikannya yaitu bercahaya dalam gelap (glow-in-the dark).


II.                Tujuan :
v  Untuk mengetahui sifat fisik dan sifat kimia dari unsure nitrogen dan fosfor.
v  Untuk mengetahui pembuatan dan manfaat dari senyawa nitrogen dan fosfor.









BAB II
PEMBAHASAN
I.       Nitrogen
A.    Sejarah Nitrogen
Senyawa nitrogen diketahui sejak Zaman Pertengahan Eropa. Ahli alkimia mengetahui asam nitrat sebagai aqua fortis. Campuran asam hidroklorik dan asam nitrat dinamakan akua regia, yang diakui karena kemampuannya untuk melarutkan emas. Kegunaan senyawa nitrogen dalam bidang pertanian dan perusahaan pada awalnya ialah dalam bentuk kalium nitrat,terutama dalam penghasilan serbuk peledak (garam mesiu), dan kemudiannya, sebagai baja dan juga stok makanan ternak kimia. Sehubungan dengan ketidak reaktifan nitrogen pada temperatur kamar, nitrogen di atmosfer terakumulasi dalam jumlah besar sedangkan nitrogen pada lapisan permukaan bumi hanya sedikit.
Nitrogen dan persenyawaannya sangatlah melimpah dialam. yaitu tersebar di atmosfer berupa molekul diatomiknya gas N2, terdapat dilapisan kerak bumi sebagai NaNO3 dan garam – garam serta oksidanya yang banyak larut didaerah perairan. Unsur nitrogen itu sendiri cenderung inert pada temperatur kamar, sehingga akan mempengaruhi keberadaannya pada atmosfer, lapisan kerak bumi maupun perairan. Yang mana di atmosfer terdapat sebagai gas N2 yang cukup stabil, pada perairan berupa persenyawaan ion – ion yang larut dan yang paling sedikit diantara ketiganya yaitu pada lapisan kerak bumi. Karena adanya efek pasangan inert, nitrogen sebagai anggota golongan VA yang seharusnya mempunyai valensi maksimum +5, hanya mempunyai valensi maksimum +3. Efek ini mempengaruhi pelepasan elektron pada orbital s pada nitrogen sehingga yang akan dilepaskan hanya elektron pada orbital p yang berjumlah 3 elektron. Fiksasi nitrogen merupakan suatu proses yang mana pada proses tersebut dilakukan konversi nitrogen dalam bentuk molekul diatomiknya menjadi persenyawaan nitrogen yang lebih berguna.Terdapat tiga proses fiksasi nitrogen yang paling banyak digunakan, yaitu proses haber-bosch, proses sianamida dan proses arc. Pada nitrogen karena hanya tersedia 4 orbital yang dapat digunakan untuk berikatan maka nitrogen tidak dapat menerima pasangan elektron lagi dari ligan, sehingga kompleks nitrogen tidak akan terbentuk. Pada persenyawaan nitrogen misalnya NH3 tersedia PEB yang dapat didonorkan terhadap atom pusat, sehingga persenyawaan nitrogen ini dapat membentuk kompleks, yaitu sebagai ligan. Nitrogen merupakan unsur golongan V, namun pada kenyataannnya bilangan oksidasi nitrogen tidak dapat mencapai hingga +5.
Nitrogen adalah 78,08% persen dari atmosfir bumi dan terdapat dalam banyak jaringan hidup. Zat lemas membentuk banyak senyawa penting seperti asam amino,amoniak, asam nitrat, dan sianida.Nitrogen dihasilkan dalam jumlah besar bersama oksigen. Akan tetapi, kelimpahan nitrogen dalam kulit bumi hanya sekitar 0,03%. Mineral terpenting dari nitrogen adalah senyawa (KNO3).  nitrogen sendiri tidak dapat membentuk kompleks, sedangkan persenyawaannya dapat membentuk senyawa kompleks.

Ø  Sifat unsur nitrogen
a.     Sifat fisik
-         Memiliki nomor atom 7
-         Konfigurasi electron [He] 2s22p3
-         Merupakan unsure non logam dengan wujud gas
-         Densitas padatan 1,03 g/cm3. Memiliki jari – jari kovalen 75 pm. Energy ionisasi 1.402 kJ/mol dan elektronegatifitas 6,0
-         Memiliki massa jenis 1251 g/L
-         Memiliki titik lebur 63.15 K (-210,00oC – 346.00oF).
-         Memiliki titik kritis 126.21 K
-         Tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa.
-         Nitrogen mengembun pada -195,8oC

b.     Sifat kimia
1.      Reaksi dengan gas hydrogen


2.      Reaksi dengan oksigen

3.      Reaksi dengan kalsium karbida

Ø  Pembuatan unsur nitrogen
Dalam industri, nitrogen diperoleh dari udara. Proses berlangsungnya dalam dua tahap yaitu:
1.      Pencairan udara.
Pencairan udara dilakukan melalui penyaringan, udara dikompresi. Kompresi ini menyebabkan suhu udara meningkat. Selanjutnya Proses dilanjutkan dengan pendinginan. Pada tahap ini, air dan karbon dioksida sudah membeku dan dapat dipisahkan, udara diekspansikan sehingga suhunya turun dan sebagian mencair. Dimana udara yang belum mencair disirkulasikan, dialirkan lagi ke dalam kompresor.
2.      Destilasi bertingkat udara cair
Destilasi bertingkat yaitu dengan menurunkan tekanan.

Ø  Penggunaan  nitrogen
1.      Sebagian besar produksi nitrogen digunakan untuk mebuat amonia (NH3).
2.      Karena sifatnya yang kurang reaktif nitrogen digunakan untuk mermbuat atmosfir inert dalam berbagai proses yang terganggu oleh oksigen, misalnya dalam industri elektronika.
3.      Nitrogen juga digunakan sebagai atmosfir inert dalam kemasan makan untuk memperpanjang masa penggunaannya.
4.      Nitrogen cair digunakan sebagai pendingin untuk menciptakan suhu yang sangat rendah.



Ø    Manfaat unsur nitrogen
1.      Nitrogen merupakan unsure utama pembentuk protein dan salah satu bahan untuk membuat pupuk urea.
2.      Nitrogen cair digunakan untuk membekukan makanan dengan cepat.
3.      Nitrogen digunakan sebagai gas pelindung terhadap oksigen dalam pabrik kimia dan industri logam.

Ø    Senyawa – senyawa yang terbentuk dari nitrogen

1 komentar: