Translate

Sabtu, 26 Mei 2012

Laporan pengelolahan laboratorium


PENGELOLAAN LABORATORIUM KIMIA
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. Henri fayol (1996: 86) menyatakan bahwa pengelolaan hendaknya dijalankan berkaitan dengan unsur atau fungsi-fungsi manajer, yakni perencanaan, pengorganisasian, pemberian komando, pengkoordinasian, dan pengendalian. Sementara luther m. Gullick (1993:31) menyatakan fungsi-fungsi manajemen yang penting adalah perencanaan, pengorganisasian, pengadaan tenaga kerja, pemberian bimbingan, pengkoordinasian, pelaporan, dan penganggaran. Dalam pengelolaan laboratorium meliputi beberapa aspek yaitu sebagai berikut.
1. Perencanaan
2. Penataan
3. Pengadministrasian
4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan
Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, spesimen kimia, Bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium  selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penangannya bila terjadi kecelakaan.
Para pengelola laboratorium hendaaknya memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di laboratorium, bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, dan mengikuti peraturan. Pengelola laboratorium di sekolah umumnya sebagai berikut.
1. Kepala sekolah
2. Wakil kepala sekolah
3. Koordinator laboratorium
4. Penanggung jawab laboratorium
5. Laboran.
                   Tata tertib kerja di laboratorium merupakan pedoman umum yang dirumuskan dirumuskan untuk menjaga keselamatan kerja dan memelihara fasilitas laboratorium.
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka rumusan masalah yang penulis angkat pada makalah ini adalah bagaimana cara mengelola serta menata laboratorium.
C.   Tujuan
    Adapun tujuan penyusunana makalah ini adalah sebagai berikut:
ü  Memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pengelolaan laboratorium.
ü  Memperkenalkan fungsi dari laboratorium bagi mahasiswa.
ü  Memperkenalkan konsep tata ruang laboratorium bagi mahasiswa.






BAB II
PEMBAHASAN

           Laboratorium berasal dari kata laboratory yang memiliki pengertian yaitu : (1) tempat yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan eksperimen di dalam sains atau melakukan pengujian dan analisis (is a place equipped for experimental study in a science or for testing and analysis , (2) bangunan atau ruangan yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan penelitian ilmiah ataupun praktek pembelajaran bidang sains (a building or room equipped for conducting scientific research or for teaching practical science), (3) tempat memproduksi bahan kimia atau obat (a place where chemicals or medicines are manufactured), (4) tempat kerja untuk melangsungkan penelitian ilmiah ( a workplace for the conduct of scientific research), (5) ruang kerja seorang ilmuwan dan tempat menjalankan eksperimen bidang studi sains (kimia, fisika,biologi, dsb.) (the workplace a saintist also a place devoted to experiments in any branch of natural science , as chemistry, physics, biology etc. ). Berdasarkan definisi di atas dengan tegas dinyatakan bahwa laboatorium kimia adalah suatu bangunan yang di dalamnya diperlengkapi dengan peralatan dan bahan-bahan kimia untuk kepentingan pelaksanaan eksperimen. Hodson mengemukakan bahwa laboratorium memiliki fungsi utama yaitu untuk melaksanakan eksperimen (experiments), kerja lababoratorium (laboratory work), praktikum (practicals), dan Pelaksanaan didaktik pend idikan sains (didactics of science education) dengan hierarki.
            Ekperimen diartikan sebagai rangkaian kegiatan (menyusun alat mengoperasikan alat, mengukur, dsb.) dan pengamatan untuk memverifikasi dan menguji suatu hipotesis berdasarkan bukti-bukti empiris. Sementara kerja lab cakupannya lebih luas daripada eksperimen yang diartikan sebagai aktifitas dengan menggunakan fasilitas lab, seperti melatih keterampilan menggunakan alat, melakukan eksperimen (percobaan), mendemonstrasikan percobaan, melakukan pengontrolan kualitas bahan baku, pengontrolan kualitas pro duk industri, ekshibisi (pameran) proses-proses kimia dsb. Demikian kerja laboratorium harus dirancang sedemikian rupa agar dapat melakukan pengukuran kuantitas fisis secara akurat; menelaah faktor- faktor yang mempengaruhi keajegan (reliabilitas) pengukuran; memperlakukan bahan, alat (apparatus), perkakas (tools), dan instrumen suatu pengukuran; mendeskripsikan hasil pengamatan dan pengukuran dengan jelas; menyajikan informasi secara verbal, piktorial, grafis dan matematis; menyimpulkan yang dimuati pendapat (inference) dan memberikan argument terhadap hasil pengamatan; mempertahankan kesimpulan (conclusion) dan ramalan (prediction); berpartisipasi aktif dan berkooperatif dalam kelompok; melaporkan hasil pengamatan, kesimpulan, dan ramalan dalam kelas; mengenali permasalahan dan memecahkannya melalui eksperimen.
Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.
Secara garis besar fungsi laboratorium/workshop yaitu memberikan kelengkapan bagi pelajaran teori yang telah diterima, memberikan keterampilan kerja ilmiah bagi siswa/mahasiswa, memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu obyek dalam lingkungan alam dan lingkungan sosial, menambah keterampilan dalam mempergunakan alat media yang tersedia untuk mencari dan menentukan kebenaran, memupuk rasa ingin tahu mahasiswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuwan, memupuk dan membina rasa percaya diri sebagai keterampilan yang diperoleh, penemuan yang didapat dalam proses kegiatan kerja di laboratorium.
            Fungsi laboratorium dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu fungsi yang memberikan peningkatan pengetahuan (knowledge), fungsi yang memberikan peningkatan keterampilan (psychomotoric), dan fungsi yang memberikan penumbuhan sikap (attitude).
            Fungsi tersebut di atas dapat terwujud dengan baik apabila dosen mampu menggunakan dan mengelola, serta mengembangkan laboratorium/workshop dalam rangka proses balajar-mengajar.
Untuk dapat menunjang efektivitas pengajaran, maka beberapa hal penting yang harus dimiliki oleh suatu laboratorium/workshop yang teroganisir secara baik, ialah :
  1. Efisien dan Efektif
Pengaturan alat/perlengkapan adalah merupakan yang paling penting, sehingga memungkinkan bagi dosen dan para mahasiswa untuk dapat bekerja dengan hasil yang maksimal serta waktu, bahan, tenaga yang minimal.
  1. Sehat dan Aman
Cahaya/penerangan yang baik, serta ventilasi/hawa yang cukup, tidak terlalu bising, dan dengan penataan alat/perlengkapan yang baik akan menciptakan suasana yang sehat dan aman atau tidak membahayakan.
  1. Memenuhi kebutuhan psikologis mahasiswa yang berpraktek.
Misalnya dapat memberikan kesan teratur, aman, dan menyenangkan kepada mahasiswa yang melaksanakan praktek. Sehingga bekerja/belajar di laboratorium/workshop adalah merupakan pekerjaan/pelajaran yang mengasyikan kepada mahasiswa.
  1. Dapat dikontrol dosen pengelola setiap saat.
Hal ini bahwa dosen pengelola harus dapat melihat ke segala jurusan, serta dapat mengedar peralatan mana yang sedang dipakai/dioperasikan. Sehingga dengan demikian dosen tersebut dapat menilai situasi atau keadaan dengan cepat dan tepat.


  1. Menjamin keselamatan alat dan mahasiswa.
Keselamatan alat/perlengkapan serta instrumen dan bahan-abahn baku harus diperhatikan penggunaan dan keselamatannya. Hal ini lebih penting lagi ialah memperhatikan keselamatan dari siswa itu sendiri sebagai pekerja di laboratorium/workshop.
  1. Memberikan suasana pandangan yang menyenangkan.
Dengan penataan warna yang menarik akan menciptakan suasana pandangan yang menyenangkan di laboratorium/workshop, misalnya : dinding yang dicat dengan warna hijau muda, biru muda, coklat, muda, dan warna-warna lembut lainnya akan memberikan suasana pandangan yang menyenangkan.
Laboratorium harus ditata sedemikian rupa hingga dapat berfungsi dengan baik. Tata ruang yang sempurna, harus dimulai sejak perencanaan gedung sampai pada pelaksanaan pembangunan. Tata ruang yang baik mempunyai:
ü   pintu masuk (in)
ü   pintu keluar (out)
ü   pintu darurat (emergency-exit)
ü   ruang persiapan (preparation-room)
ü   ruang peralatan (equipment-room)
ü   ruang penangas (fume-hood)
ü  ruang penyimpanan (storage - room)
ü  ruang staf (staff-room)
ü  ruang teknisi (technician-room)
ü  ruang bekerja (activity-room)
ü  ruang istirahat/ibadah
ü  ruang prasarana kebersihan
ü  ruang toilet
ü  lemari praktikan (locker)
ü  lemari gelas (glass-rack)
ü  lemari alat-alat optik (opticals-rack)
ü  pintu jendela diberi kawat kasa, agar serangga dan burung tidak dapat masuk.
ü  fan (untuk dehumidifier)
ü  ruang ber-AC untuk alat-alat yang memerlukan persyaratan tertentu.

Pengenalan Alat Laboratorium Kimia dan Penyimpanannya
Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium kimia yang dapat dipergunakan berulang–ulang. Contoh alat laboratorium kimia: pembakar spiritus, thermometer, tabung reaksi, gelas ukur jangka sorong dann lain sebagainya. Alat yang digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu laboratorium, seperti pemadam kebakaran dan kotak Pertolongan Pertama. Sebelum mulai melakukan praktikum di laboratorium, praktikan harus mengenal dan memahami cara penggunaan semua peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia serta menerapkan K3 di laboratorium.
            Dengan diketahuinya bahan dasar dari suatu alat kita dapat menentukan atau mempertimbangkan cara penyimpanannya. Alat yang terbuat dari logam tentunya harus dipisahkan dari alat yang terbuat dari gelas atau porselen. Jadi alat seperti kaki tiga harus dikelompokkan dengan statif atau klem tiga jari karena ketiganya memiliki bahan dasar yang sama yaitu logam, sedangkan gelas kimia dikelompokkan dengan labu erlenmeyer dan labu dasar rata karena bahan dasarnya gelas. Belumlah cukup hanya dengan memperhatikan bahan dasar dari alat, namun penyimpanan alat yang memiliki bahan dasar yang sama harus ditata kembali. Jika tempat penyimpanan kaki tiga dan klem tiga jari adalah menggunakan lemari rak, maka tahapan rak untuk kaki tiga harus berbeda dengan tahap rak klem tiga jari, akan tetapi kedua tahap rak harus berdekatan. Dengan memperhatikan bahan dasar alat pula, peralatan yang terbuat dari logam umumnya memiliki bobot lebih tinggi dari peralatan yang terbuat dari gelas atau plastik. Oleh karena itu dalam penyimpanan dan penataan alat aspek bobot benda perlu
juga diperhatikan. Janganlah menyimpan alat-alat yang berat di tempat yang lebih
tinggi,agar mudah diambil dan disimpan kembali.

Pengenalan Bahan – Bahan Kimia dan Penyimpanannya
Bahan kimia yang ada di lab jumlahnya relatif banyak seperti halnya jumlah peralatan. Di samping jumlahnya cukup banyak juga bahan kimia dapat menimbulkan resiko bahaya cukup tinggi, oleh karena itu dalam pengelolaan lab aspek penyimpanan, penataan dan pemeliharaan bahan kimia merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. Hal umum yang harus menjadi perhatian di dalam penyimpanan dan penataan bahan kimia diantaranya meliputi aspek pemisahan (segregation), tingkat resiko bahaya (multiple hazards), pelabelan (labeling), fasilitas penyimpanan (storage facilities), wadah sekunder (secondary containment), bahan kadaluarsa (outdate chemicals), inventarisasi (inventory), dan informasi resiko bahaya (hazard information). Penyimpanan dan penataan bahan kimia berdasarkan urutan alfabetis tidaklah tepat, kebutuhan itu hanya diperlukan untuk melakukan proses pengadministrasian. Pengurutan secara alfabetis akan lebih tepat apabila bahan kimia sudah dikelompokkan menurut sifat fisis, dan sifat kimianya terutama tingkat kebahayaannya.   
Bahan kimia yang tidak boleh disimpan dengan bahan kimia lain, harus disimpan secara khusus dalam wadah sekunder yang terisolasi. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pencampuran dengan sumber bahaya lain seperti api, gas beracun, ledakan, atau degradasi kimia. Banyak bahan kimia yang memiliki sifat lebih dari satu jenis tingkat bahaya. Penyimpanan bahan kimia tersebut harus didasarkan atas tingkat risiko bahayanya yang paling tinggi. Misalnya benzene memiliki sifat flammable dan toxic.
Sifat dapat terbakar dipandang memiliki resiko lebih tinggi daripada timbulnya karsinogen. Oleh karena itu penyimpanan benzena harus ditempatkan pada cabinet tempat menyimpan zat cair flammable daripada disimpan pada cabinet bahan toxic.
Pengenalan Simbol Bahaya (Hazard Symbol)
a. Harmful (Berbahaya).
Bahan kimia iritan menyebabkan luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan. Semua bahan kimia mempunyai sifat seperti ini (harmful) khususnya bila kontakdengan kulit, dihirup atau ditelan.
b. toxic (beracun)
Produk ini dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius bila bahan kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, menghirup uap, bau atau debu, atau penyerapan melalui kulit.
c. Corrosive (korosif)
Produk ini dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas. Awas! Jangan sampai terpercik pada Mata.
e. Eksplosive (mudah meledak)
Produk ini dapat meledak dengan adanya panas, percikan bunga api, guncangan atau gesekan. Beberapa senyawa membentuk garam yang eksplosif pada kontak
(singgungan dengan logam/metal)
d. Flammable (mudah terbakar)
Senyawa ini memiliki titik nyala rendah dan bahan yang bereaksi dengan air atau membasahi udara (berkabut) untuk menghasilkan gas yang mudah terbakar (seperti misalnya hidrogen) dari hidrida metal. Sumber nyala dapat dari api bunsen, permukaan metal panas, loncatan bunga.
f. Oxidator (pengoksidasi)
Senyawa ini dapat menyebabkan kebakaran. Senyawa ini menghasilkan panas pada kontak dengan bahan organic dan agen pereduksi (reduktor) api listrik, dan lain-lain.
Pengertian pengelolaan adalah kegiatan menggerakkan sekelompok orang (sdm), keuangan, peralatan, fasilitas dan atau segala obyek fisik lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu yang di harapkan secara optimal  pengelolaan (management)  meliputi:

1.    Perencanaan
            Pada dasarnya semua peralatan di sekolah adalah milik negara/milik yayasan sekolah mengelola peralatan itu harus dipertanggung-jawabkan harus dilengkapi dengan dokumen pendukungnya (ada berita acara serah terima alat, hari/tanggal, spesifikasi alat/bahan, jumlah).  

2.    Penataan
a.       Agar semua alat dan bahan mudah dideteksi dengan prinsip.
ü Mudahdilihat  
ü Mudah dijangkau  
ü Aman untuk alat
ü Aman untuk pemakai 

b.      Penataan dan inventarisasi alat didasarkan pada keadaan laboratorium, yang ditentukan oleh:
ü  Fasilitas seperti : ada tidaknya ruang persiapan, ruang penyimpanan          keadaan alat seperti : jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat tersebut digunakan, termasuk alat mahal atau tidak,
ü  Keadaan bahan seperti: wujud (padat, cair, gas), sifat bahan (asam/basa) seberapa bahaya bahan tersebut dan seberapa sering digunakan. 
c.       Kepentingan pemakai ditentukan oleh:
ü  Kemudahan di cari atau digapai untuk memudahkan mencari letakmasing–masing alat   dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci). 
ü  Keamanan dalam penyimpanan dan pengambilan alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan. 


d.      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat: 
ü  Bahan dasar pembuat alat (kaca, logam atau kayu) 
ü  Bobot alat  
ü  Kepekaan alat terhadap lingkungan  
ü  Pengaruh alat yang lain 
ü  Kelengkapan perangkat alat dalam  satu set yaitu pencatatan seluruh  barang-barang yang ada didalam laboratorium. Dengan adanya inventarisasi yang tepat, semua fasilitas dan activitas laboratoriun dapat terorganisir. 
e.       Nilai postif yang dapat diperoleh jika ada inventarisasi laboratorium, antara      lain memudahkan penggadaan dan pengecek bahandan alat.
ü  Mengefisiensikan pengguna budget. 
ü  Memperlancar pelaksanaan praktikum. 
ü  Memudahkan membuat laporan pertanggung- jawaban.

3.      Pengadministrasian/inventarisasi
a.       inventarisasi alat untuk mengetahui tentang keadaan dan keberadaan alat/bahan maka diperlukan perangkat seperti: 
ü Bukuinventaris.buku/kartu
ü Stock alat/bahan. 
ü Buku/kartu daftar alat rusak/bahanhabis.
ü Buku daftar usulan penggadaan alat/bahan.
ü Buku daftar peminjam alat.

Tujuan dan pemberian klasifikasi dan kode barang inventaris adalah untuk memudahkan mengontrol keadaan barang. Untuk barang pada umumnya diberi kode dalam bentuk  angka numerik yang tersusun menurut pola tertentu.


b.      Pengelolaan lab yang optimal  efektif yaitu:
ü Peralatan mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran  efisien yaitu setting peralatan tidak menyia-nyiakan energi, biaya.
ü Sehat dan aman yaitu penerangan, ventilasi, sanitasi, air bersih, keselamatan kerja dan lingkungan semua memenuhi persyaratan.
c.       Karakteristik ruangan yang dikelola dengan baik :
ü Peralatan / fasilitas selalu siap pakai dan aman yaitu semua peralatan/fasiltias terhindar dari kerusakan, kemacetan dan terlindung dari kehilangan.
ü Seluruh aktivitas laboratorium mudah dikontrol yaitu dengan adanya administrasi yang baik, visualisasi informasi yang jelas dan program yang jelas.
ü Memenuhi kebutuhan psikologis  yaitu secara visual menarik dan menyenangkan, iklim kerja yang baik dan kesejahteraan lahir batin yang memadai
ü Efisiensi pemakaian ruangan berkisar antara 60% – 80%.
ü Program kerja ruangan terlaksana secara tuntas.
ü Pengelola dan staf ruangan/laboratorium mendapat kepuasan yang optimal.
d.      Ciri-ciri ruangan/laboratorium yang optimal penggunaannya adalah :
ü Penyusunan jadwal pemakaian laboratorium
ü Penyusunan daftar pembagian tugas
ü Tata letak peralatan yang efisien
ü Pemeliharaan yang efektif
e.       Untuk mencapai optimalisasi laboratorium :
ü Yang dimaksud tata letak pengelolaan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan peralatan laboratorium, sehingga laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi persyaratan untuk beroperasi.kata pengaturan di atas mengandung makna yang sangat luas, yaitu bahwa dalam mewujudkan suatu laboratorium yang layak operasi diperlukan penempatan peralatan yang tersusun yang rapi berdasar kepada proses dan langkah-langkah penggunaan/aktivitas dalam laboratorium yang diharapkan tata letak pengelolaan laboratorium mengurangi hambatan dalam upaya melaksanakan suatu pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
ü Memberikankeamanan dan kenyamanan bagi pengguna/ pekerja/  Memaksimalkanpenggunaan peralatan.
ü Memberikan hasil yang maksimal dengan pendanaan yang minimal  mempermudah pengawasan tujuan tata letak laboratorium
     Jadi inventaris adalah suatu kegiatan dan usaha untuk menyediakan rekaman tentang keadaan semua fasilitas, barang-barang yang dimiliki sekolah. Dengan kegiatan invetarisasi yang memadai akan dapat diperoleh pedoman untuk mempersiapkan anggaran atau mempersiapkan kegiatan pada tahun yang akan datang. 
f.       Administrasi inventaris di laboratorium
      Catatan inventaris yang baik akan mempermudah pergantian tanggung jawab dari pengelola yang satu ke yang lainnya dan mempermudah untuk mengetahui dimana suatu peralatan akan ditempatkan. Dengan demikian akan mempermudahkan pengontrolan, seperti terhadap kehilangan yang disebabkan oleh kecerobohan atau kecurian. Menyelenggarakan inventarisasi terhadap fasilitas dan peralatan yang dimiliki adalah kewajiban bagi pihak yang bersangkutan. Sistem dan pelaksanaan inventarisasi harus mengikuti peraturan  atau petunjuk yang berlaku.

4.      Pengamanan dan pengawasan
Menyiapkan laboratorium yang selamat dan aman dimulai dengan evaluasi menyeluruh terhadap praktik manajemen bahan kimia dan fasilitas fi sik tempat penyimpanan dan penggunaan bahan kimia. Dengan melakukan evaluasi ini, akan diperoleh informasi penting untuk mengelola laboratorium dan untuk memprioritaskan upaya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan. Aspek pengoperasian laboratorium berikut ini harus diperiksa secara teratur:

ü  Kebersihan dan kerapian laboratorium;
ü  Peralatan dan perencanaan keadaan darurat;
ü  Tanda, label, rencana, dan pemasangan;penyimpanan bahan kimia dan limbah;
ü  Gas dan kriogenika mampat;
ü  Sistem tekanan dan vakum;
ü  Tudung dan ventilasi kimia;
ü  Rencana keamanan yang ada; dan
ü  Pelatihan dan kesadaran pegawai laboratorium



















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1.    Tata tertib kerja di laboratorium merupakan pedoman penting untuk menjaga keselamatan kerja.
2.    Tata tertib kerja di laboratorium merupakan pedoman penting untuk memelihara fasilitas laboratorium.
3.    Perencanaan, penataan, pengawasan yang baik akan memberikan kenyamanan bekerja didalam laboratorium.
B.  Saran
        Akan lebih baik apabila makalah ini dapat dikerjakan secara bersama-sama, sehingga hasil yang diperoleh dapat memenuhi target yang ingin dicapai.









DAFTAR PUSTAKA

Aidah. 2011. Pengelolahan Laboratorium Kimia. http://aidahhome.blogspot.com/2011/06/pengelolaan-laboratorium-kimia.html. Diakses pada tanggal 14 Februari 2012.
Anonim. 2011. Pengelolahan Laboratorium. http://yashaneu.blogspot.com/2011/05/pengelolaan-laboratorium.html. Diakses pada tanggal 14 Februari 2012.
Budiati, Rina. 2011. Manajemen Laboratorium. http://www.unikal.ac.id/info/artikel/109-manajemen-laboratorium-.html. Diakses pada tanggal 14 Februari 2012.
 Ira. 209. Lab. http://iratralala.blogspot.com/2009/12/lab.html. Diakses pada tanggal 21 Februari 2012.
Luciana mentari. 2010. Makalah Pengelolaan Laboratorium Sekolah Laboratorium Sma Negeri 2 Argamakmur. Program Pendidikan Kimia
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya. Palembang.
Muslim Aziz Much.2010. Pengelolaan Laboratoriumhttp://unnes.info.Diakses pada tanggal 14 Februari 2012.
Rheny. 2011. Makalah Pengelolahan Laboratorium.http://cheyrhen-matahariku.blogspot.com/2011/03/makalah-pengelolahan-laboratorium.html. Diakses pada tanggal 14 Februari 2012.
Settiawan, Wanwan. 2010.Data. http://www.p4tkipa.org/data/BAB%201%20PENDAHULUAN.pdf. Diakses pada tanggal 14 Februari 2012.
Suyanta. 2010.Manajemen Operasional Laboratorium. Jurusan Pendidikan Kimia Fmipa Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.
Widhy, Purwanti. 2009. Alat Dan Bahan Kimia Dalam Laboratorium Ipa. Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNY. Yogyakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar